Showing posts with label Flora & Fauna. Show all posts
Showing posts with label Flora & Fauna. Show all posts

Thursday, September 17, 2020

Tanaman kecipir dan manfaatnya untuk manusia, mantap!


gambar buah kecipir

Pernahkah kalian mendengar salah satu tumbuhan yaitu kecipir? Mungkin sebagian di antara kalian malah sering memasaknya. Kecipir adalah tumbuhan yang merambat dan membelit. Nama ilmiah atau nama latinnnya adalah Psophocarpus tetragonolobus. Di daerah lain kecipir dinamakan kacang botor. Dalam bahasa Inggris, kecipir disebut "winged bean", "winged pea" atau "four-angled bean". Biasanya dalam budidaya kecipir, para petani memberi penopang atau pendukung yang berupa batang kayu yang kecil sebesar ibu jari, atau berupa belahan bambu sepanjang 1,5m atau lebih sedikit. Kayu atau bambu yang digunakan untuk merambat pohon kecipir atau kacang-kacangan di sini disebut "lanjaran". Jika tidak diberi lanjaran atau pendukung, tanaman kecipir bisa menjalar di tanah atau memanjat pohon di sekitarnya, misal pohon jambu di pekarangan.

Tanaman kecipir memiliki berbagai manfaat, mulai dari umbinya yang ada di dalam tanah, daun, buah serta bijinya. Yang paling sering saya dapati, kecipir ini dimasak sayur atau "lodeh". Mungkin di daerah kalian dijadikan masakan lain. Tanaman kecipir yang dimasak sebagai "sayur kecipir" adalah buah yang masih muda, yang warnanya hijau tak terlalu gelap. Kalau sudah tua dan warnanya hijau tua atau gelap biasanya dagingnya sudah "ulet" alias susah dimakan. Apalagi kalau buah kecipir ini sudah coklat warnanya, berarti sudah tua banget dan nggak biasa dimakan kecuali bijinya.

Apakah manfaat buah kecipir hanya untuk dijadikan sayur? Di sini buah kecipir yang masih muda, bukan hanya dimasak sebagai sayur kecipir dicampur dengan lainnya (biasanya tahu atau tempe). Tetapi, buah kecipir muda ini juga biasa dijadikan "lalapan" seperti kubis, timun, dll. Untuk dijadikan lalapan, buah kecipir muda (bisa dengan daunnya yang masih muda) direbus atau diuapin atau mungkin istilahnya "dikukus" sampai masak dan lunak. Ketika sudah lunak atau matang, buah kecipir ini berubah warna dari hijau muda ke "hijau kecoklatan". Dan tentu saja kalau digigit sudah lunak, berbeda dari kecipir mentah. Saya yakin ibu-ibu rumah tangga tentu lebih paham bagaimana resep kecipir dan cara masak sayur kecipir, terutama ibu-ibu yang tinggal di kampung dekat sawah atau kebun. Daun kecipir sendiri juga enak banget buat direbus (dikukus) untuk dijadikan pecel, kalian tinggal membuat sambal kacangnya saja. Jadi, daun kecipir bukan hanya untuk lalapan. Kalian bisa mencobanya, beli kecipir dan daun kecipir muda di pasar tradisional.

Salah satu bagian dari tanaman kecipir yang bisa dimakan selain buah kecipir dan daunnya ialah biji kecipir itu sendiri. Biji kecipir yang di daerah kami namanya "botor" bisa dimakan dengan cara "disangrai" atau"disangan" yaitu di goreng tanpa minyak di atas wajan atau sejenisnya yang terbuat dari tanah. Tentu saja biji kecipir yang bisa disangrai ini adalah biji kecipir yang sudah tua (kecipirnya sudah berwarna coklat). Biji kecipir muda tentunya nggak perlu disangrai karena memang masih lunak bisa dimasak langsung sama kecipir mudanya. Bagaimana rasanya botor atau biji kecipir tua yang disangrai? Menurut saya sih nggak terlalu enak, tapi lumayan untuk menghilangkan rasa lapar (ha..ha..ha). Kalian bisa mencobanya sendiri nanti jika di kebun atau pekarangan kalian ada pohon kecipir (benarkah tanaman kecipir bisa disebut "pohon"?).

gambar biji kecipir tua

Selain buah, daun dan biji kecipir, ternyata umbi akar kecipir yang ada dibawah tanah juga bisa dimakan. Tentu harus diolah dengan cara khusus biar tidak ada efek samping. Cara mudahnya yaitu dengan direbus. Umbi akar ini haruslah dipanen ketika kecipir belum tua. Menurut kabar, umbi akar dari kecipir ini rasanya mirip bengkoang. Akan tetapi kalian tidak perlu merebus bengkoang untuk memakannya (hihihi).

Apakah khasiat atau manfaat kecipir untuk kesehatan? Menurut wikipedia, daun kecipir berkhasiat untuk obat. Ekstrak daunnya digunakan untuk mengobati sakit pada telinga dan mata yang bengkak. Sementara daun kecipir yang dicampur dengan adas pulasari bisa untuk obat bisul. Kecipir memiliki berbagai kandungan seperti, karbohidrat, lemak, protein maupun vitamin. Beberapa mineral juga terkandung di biji kecipir. Yang paling banyak ialah mangan, kalium, fosfor, kalsium, magnesium serta sedikit besi, natrium dan zink. Kalian bisa membaca info gizi kecipir untuk mengetahui secara jelas persentase dan kandungan mineral yang ada di dalamnya.

Ngomong-ngomong soal tumbuhan kecipir, kalian harus tahu (terutama yang mau menanam kecipir) bahwa ada sejenis ulat yang biasanya makan daun kecipir. Ulat ini banyak saya temukan di tanaman kecipir ketika tanaman kecipir masih hijau subur. Ulat ini bukan sembarangan ulat karena tubuhnya besar tak berbulu, dan panjang bisa mencapai 12cm atau lebih. Ada yang berwarna hijau (paling banyak), coklat dan kuning dengan strip ungu di sekujur tubuhnya. Ulat warna kuning inilah yang panjangnya sampai 12cm. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca "ulat terbesar dan terindah yg pernah saya lihat".

Demikianlah tanaman kecipir dengan khasiat dan manfaatnya. Manfaat yang jelas bisa kita rasakan yaitu kecipir enak buat dibikin sayur (terutama dipedasin), daunnya bisa direbus untuk pecel, bijinya lumayan buat menghilangkan lapar, serta umbi akarnya yang konon bisa dimakan setelah direbus. Kandungan berbagai gizi dan mineral yang ada di kecipir cukup membuat ibu-ibu dan bapak-bapak jatuh cinta dengan kecipir. Apalagi yang suka pecel lele, coba kalian sesekali nyari atau bikin pecel daun kecipir.

Saturday, September 12, 2020

Buah Ciplukan, Khasiat dan manfaatnya bagi Kesehatan

gambar tanaman ciplukan

Ciplukan atau ceplukan, sebuah nama yang tidak asing bagi orang yang tinggal di desa atau di kampung yang masih banyak sawah dan kebun. Nama latin (nama ilmiah) ciplukan adalah physalis angulata. Berbagai daerah mungkin menyebut ciplukan dengan sebutan lain, misalnya di Sunda disebut cecendet atau cecenet, sementara di Bali dinamai kopok-kopokan. Di luar negeri (dalam bahasa Inggris) buah ini dijuluki "golden berries", "groundcherry" atau "cape goosberries", di china disebut "deng long guo" atau lantern fruit (mungkin buahnya yang bergelantungan terlihat seperti lentera). Senentara itu, di Perancis buah ini disebut "amour en cage" atau asmara dalam sangkar (mungkin bentuknya yang mirip "heart" dan terlindungi kelopaknya). Buah ciplukan yang ada di daerah saya ukurannya kecil dengan diameter 1-2cm hampir seukuran kelereng (saya tidak tahu apakah ada ciplukan jumbo). Buah ciplukan ini tertutupi oleh kelopak bunga yang membesar. Di bawah ini adalah gambar daun buah cimplukan agar kalian tidak menyangka rumput ketika menemukan di sawah.

gambar daun ciplukan

Tumbuhan ciplukan biasa kita temukan di sawah yang tanahnya kering dan juga di kebun atau tegal. Tanaman ciplukan ini hidup sehat di daerah yang banyak terkena sinar matahari secara langsung, coba kalian sesekali pergi ke sawah atau kebun dan lihat apakah ada pohon ciplukan yang tumbuh di situ. Di daerah sini pohon ciplukan umumnya tumbuh liar tanpa ditanam, mungkin berasal dari biji-biji cimplukan yang banyak dan kecil itu yang terbawa oleh burung yang suka makan buah ini dan tumbuh di sawah tempat buah ini jatuh.

Di daerah lain tanaman cecendet atau ciplukan ini ditanam dalam jumlah besar dan hasilnya dikeringkan untuk dikemas dalam plastik dan dijual. Bagaimana cara menanam ciplukan? Saya sendiri belum pernah menanamnya karena di sini tanaman ini tumbuh tanpa kami tanam. Mengingat isi atau biji dari buah cimplukan memang sangat banyak (sekitar 100-300biji per buah), tentunya biji-biji inilah yang disebar di sawah atau di kebun agar tumbuh. Bagaimana sih rasa buah ciplukan? Ciplukan yang masih muda dan mentah warnanya hijau, sedangkan rasanya pahit dan nggak enak banget. Kalian yang pernah makan buah ini pasti tahu rasanya. Ketika buah ciplukan ini sudah masak (matang), warnanya kekuning-kuningan (nggak kuning polos sih, ada titik-titik yang unik di kulit buahnya). Rasanya ketika masak juga lumayan manis atau "legi" meskipun tidak semanis gula pasir (hahaha).

gambar buah ciplukan masak

Buah ciplukan ketika sudah matang dan baru dipetik tidaklah terlalu menyengat. Akan tetapi ketika kita biarin sehari semalam di tempat terbuka, baunya menjadi lebih tajam dan menyengat (tapi nggak setajam bau durian). Bau ini membuat kita menjadi kurang berselera untuk menelannya. Bagaimana dengan buah ciplukan kering yang dijual itu ya, apakah baunya berkurang atau malah menjadi harum seperti bunga melati? Mungkin di antara kalian ada yang pernah membudidayakan tanaman ciplukan dan menjualnya dalam jumlah besar. Berapa harga buah ciplukan yang ada di pasaran? Di luar negri biji buah ciplukan ini dijual sekitar $5 atau Rp70ribu-an per 1000biji. Kalian yang ingin mencari penghasilan tambahan bisa mencoba budidaya biji ciplukan dan menjual lewat group jual beli bibit buah di internet (kalau ada). Buah ciplukan bisa dikonsumsi langsung dari tanamannya, bisa dikonsumsi kering, bisa dibuat saos, kue, selai, "lalapan", dan bisa sebagai buah pencuci mulut.

Apa zat yang terkandung di dalam buah ciplukan dan apa manfaat ciplukan? Apakah buah dan daun tanaman ciplukan ini memiliki khasiat untuk kesehatan? Menurut kabar semua bagian tumbuhan ciplukan dari daun sampai akar bisa dijadikan ramuan atau obat tradisional dengan cara dikeringkan dahulu. Kandungan buah cimplukan ini antara lain asam sitrat, gula buah, vitamin A, vitamin C, phospor, zat besi, Niacin, thiamin dan lain-lain.
Berikut ini beberapa manfaat buah ciplukan untuk kesehatan (mental dan fisik).

  • Goldenberry bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh mengingat buah ini mengandung vitamin C yang punya peran kunci dalam masalah kekebalan.
  • Ciplukan (golden berries) mengandung antioksidan yang memperbaiki sel yang rusak yang disebabkan oleh radikal bebas. Buah ini juga mencegah pertumbuhan kanker payudara. Bagian kulit buah mengandung sekitar 3x jumlah antioksidan dibanding daging buahnya.
  • Mengandung lutein dan beta karotin yang bisa mencegah penyakit mata.
  • Mengandung withanolid yaitu adaptogen yang terjadi secara alami, yang membantu tubuh kita beradaptasi dengan stress sehingga mengurangi rasa cemas.

Apakah efek samping buah ciplukan? Menurut study pada tikus, makan ciplukan berlebihan (sekitar 300gr/60kg berat tubuh) per hari, bisa menimbulkan gangguan jantung (study pada tikus). Sedangkan mengkonsumsi ciplukan yang masih mentah atau masih hijau bisa menimbulkan keracunan karena ketika masih mentah, buah cimplukan mengandung racun solanin (racun solanin juga ditemukan di buah kentang dan tomat). Racun solanin ini bisa menyebabkan diare, kram, atau gangguan pencernaan. Saya pernah mencicipi buah ciplukan hijau alias belum masak, tidak ada efek langsung, cuma rasanya pahit saja. Sebaiknya memang jangan memakan ciplukan mentah, tunggu sampai masak.

gambar buah ciplukan mentah

Umumnya buah ciplukan yang tumbuh bebas dan liar di sawah atau hutan atau kebun terutama di daerah saya ini, susah saya dapatkan dalam keadaan masak atau matang. Kebanyakan buah yang sudah matang ini sudah ludes dimakan ulat, ada yang baru dimakan sedikit dan banyak yang tinggal separuh. Jadi, untuk mendapatkan buah ciplukan matang dalam keadaan utuh susah banget, guys. Buah ciplukan ini selain disukai manusia, juga disukai oleh sebagian ayam (terutama yang sudah masak). Akan tetapi, mengingat khasiat buah ciplukan yang luar biasa ini, lebih baik kalian makan sendiri saja.

Demikianlah sekilas info tentang buah ciplukan atau cecendet dengan berbagai nutrisi yang terkandung dalam buahnya dan juga mineral yang ada. Kalian bisa mencari buah ciplukan ini di sawah (lebih-lebih tanahnya kering). Kalian juga bisa menyimpan buahnya yang masak untuk dibudidayakan dengan cara menyebar biji-bijinya yang melimpah itu. Mulai sekarang, jangan merendahkan si kecil "ciplukan" ini karena kandungan gizinya yang luar biasa. Thank for reading.

Friday, June 19, 2020

Ulat Terbesar Di Dunia, Mungkin Ini Salah Satunya

Ngomong-ngomong soal ulat (bahasa jawa: uler), saya yakin kalian semua pernah melihatnya. Terlebih jika tinggal di pedesaan yang biasanya rumah-rumah penduduk dekat dengan sawah atau kebun. Kebanyakan ulat yang pernah saya lihat adalah ulat bulu. Ulat bulu terbesar yang pernah saya lihat dulu ada di pohon akasia (kalau nggak salah), warnanya kecoklatan dan banyak sekali jumlahnya. Akan tetapi yang akan saya ceritakan di sini ialah ulat tidak berbulu. Ulat ini adalah ulat terbesar yang pernah saya lihat dan terindah. Ada salah satu ulat terbesar di dunia yaitu Hickory HornDevil yang panjangnya 12.5-14cm. Ulat yang saya lihat di sawah panjang 12cm atau lebih (sepanjang hp Advan S40 yang saya pakai saat itu).

ulat terbesar di dunia

Ulat tidak berbulu yang ada di tanaman kecipir ada beberapa macam warnanya: ada hijau, coklat, dan ada yang kuning. Masing-masing punya garis-garis di tubuhnya. Ulatnya gendut dan tidak kurus, ada ekornya seperti yang bisa kalian lihat di gambar. Ulat-ulat ini mirip bentuknya dengan ulat tomat (tomato hornworm) yang warnanya hijau. Ulat tomat biasanya berukuran 10cm. Menurut kabar internet, ekor pada ulat tomat tidak "menyengat" alias tidak beracun. Ulat kecipir yang saya lihat warnanya ada yang hijau (10cm), coklat (11cm), dan kuning dengan garis-garis ungu. Ulat kuning ini saya ukur panjangnya sama dengan hape Advan S40, sekitar 12cm. Akan tetapi, ketika kepalanya menjulur mencari daun, panjangnya bisa 13cm atau lebih. Pantas kan saya katakan salah satu ulat terbesar dan terpanjang di indonesia sekaligus dunia.

ulat hijau gendut

Apakah ekor atau buntut ulat itu beracun atau berbahaya? Saya tidak berani menyentuhnya, guys. Soalnya dulu pernah kepala saya "disengat" ekor ulat yang berwarna hijau (uler serit) di atas rambut. Nyeri dan panas banget seperti tertusuk jarum atau duri, atau lebih tepatnya seperti disengat lebah merah (tawon tatar). Itu lebah jauh lebih dahsyat sengatnya dari pada lebah madu, guys. Rasanya panas dan nyeri serta bisa bengkak. Lebah ini biasanya membuat sarang di rumah-rumah kita. Kembali soal ulat tadi, menurut internet ulat tomat tidak menyengat ekornya, sedangkan ulat kecipir ini mirip sama ulat tomat, jadi mungkin sama-sama nggak menyengat. Kalian coba sendiri kalau menemukannya. Di bawah ini ulat cipir warna coklat.

ulat coklat

Ngomong soal tanaman kecipir, saya kira kalian sudah akrab dengan tanaman ini. Tanaman kecipir adalah tanaman sayur yang disini biasa dipotong-potong untuk dimasak (bahasa sini: dilodeh). Yang dimasak adalah kecipir yang masih hijau dan muda. Yang sudah tua berwarna coklat, dibakar isinya untuk dimakan atau ditanam. Kecipir muda dan daunnya juga bisa "diuapin" untuk lalapan sama sambal. Diuapin bahasa indonesianya apa ya, guys? apakah dikukus?

tanaman kecipir adalah

Kembali soal ulat kuning gendut tadi. Ulat ini jauh lebih besar dan panjang dibandingkan ulat bulu kecil pada gambar di bawah ini. Ulat bulu terbesar yang pernah saya temui kira-kira sepanjang 5cm dan kurus (bulunya yang lebat), itu juga jarang sepanjang itu. Ulat bulu pada gambar ini tidak sampai 5cm. Terkena ulat bulu rasanya tentu sangat gatal karena racun ulat bulu ini gampang menjalar ke tempat lain yang kalian garuk. Makanan ulat bulu ini umumnya daun. Saya belum pernah melihat ulat bulu makan buah (mungkin aku kurang gaul kali ya).

ulat bulu

Akan jadi kupu-kupu apakah ulat kuning, hijau, dan coklat tadi? Saya tidak tahu soalnya tiap aku cek besoknya sudah nggak ada di tanaman kecipir. Entah karena dimangsa kelelawar yang mencari jambu di malam hari mengingat tanaman kecipirnya merambat di pohon jambu biji. Kelelawar juga suka berburu ulat daun di sore hari, guys.

ulat terindah di indonesia

Pernah saya lihat ulat gendut hijau yang sudah panjang dan besar itu sedang disantap oleh belalang sembah kanibal (walang kadung, praying mantis). Disantap daging dan kulit ulatnya sampai habis ludes, kotorannya dibuang. Saya lihat ulat itu yang tinggal kepala doang, tanpa tubuh atau leher (setelah setengah jam-an), masih dilahap oleh si belalang kanibal tadi. Anehnya lidah dan gigi ulat tadi masih bergerak-gerak waktu kepalanya mau disantap oleh si belalang sembah tadi, padahal kan perut sampai leher sudah habis dikonsumsi sama si kanibal itu. Selain itu mungkin ulat-ulat tadi sudah menggali tanah untuk "tidur" sampai sekitar 4 minggu, kemudian keluar menjadi kupu-kupu malam atau ngengat (moth bukan butterfly). Tentu saja tanah yang bisa digali bukan tanah keras apalagi berbatu, tetapi tanah kering, lunak, atau tertutupi sampah-sampah kecil.

belalang sembah kanibal

Sekian tentang salah satu ulat terbesar di dunia menurut saya sekaligus ulat terindah di indonesia yang pernah saya lihat langsung di sawah, tepatnya di tanaman kecipir. Kalian bisa mencarinya jika punya tanaman kecipir di sawah. Akan tetapi, tidak setiap saat ada ulat tersebut di tanaman yang sama.

Berikut ini video ulat tersebut di youtube: