Pernahkah kalian mendengar salah satu tumbuhan yaitu kecipir? Mungkin sebagian di antara kalian malah sering memasaknya. Kecipir adalah tumbuhan yang merambat dan membelit. Nama ilmiah atau nama latinnnya adalah Psophocarpus tetragonolobus. Di daerah lain kecipir dinamakan kacang botor. Dalam bahasa Inggris, kecipir disebut "winged bean", "winged pea" atau "four-angled bean". Biasanya dalam budidaya kecipir, para petani memberi penopang atau pendukung yang berupa batang kayu yang kecil sebesar ibu jari, atau berupa belahan bambu sepanjang 1,5m atau lebih sedikit. Kayu atau bambu yang digunakan untuk merambat pohon kecipir atau kacang-kacangan di sini disebut "lanjaran". Jika tidak diberi lanjaran atau pendukung, tanaman kecipir bisa menjalar di tanah atau memanjat pohon di sekitarnya, misal pohon jambu di pekarangan.
Tanaman kecipir memiliki berbagai manfaat, mulai dari umbinya yang ada di dalam tanah, daun, buah serta bijinya. Yang paling sering saya dapati, kecipir ini dimasak sayur atau "lodeh". Mungkin di daerah kalian dijadikan masakan lain. Tanaman kecipir yang dimasak sebagai "sayur kecipir" adalah buah yang masih muda, yang warnanya hijau tak terlalu gelap. Kalau sudah tua dan warnanya hijau tua atau gelap biasanya dagingnya sudah "ulet" alias susah dimakan. Apalagi kalau buah kecipir ini sudah coklat warnanya, berarti sudah tua banget dan nggak biasa dimakan kecuali bijinya.
Apakah manfaat buah kecipir hanya untuk dijadikan sayur? Di sini buah kecipir yang masih muda, bukan hanya dimasak sebagai sayur kecipir dicampur dengan lainnya (biasanya tahu atau tempe). Tetapi, buah kecipir muda ini juga biasa dijadikan "lalapan" seperti kubis, timun, dll. Untuk dijadikan lalapan, buah kecipir muda (bisa dengan daunnya yang masih muda) direbus atau diuapin atau mungkin istilahnya "dikukus" sampai masak dan lunak. Ketika sudah lunak atau matang, buah kecipir ini berubah warna dari hijau muda ke "hijau kecoklatan". Dan tentu saja kalau digigit sudah lunak, berbeda dari kecipir mentah. Saya yakin ibu-ibu rumah tangga tentu lebih paham bagaimana resep kecipir dan cara masak sayur kecipir, terutama ibu-ibu yang tinggal di kampung dekat sawah atau kebun. Daun kecipir sendiri juga enak banget buat direbus (dikukus) untuk dijadikan pecel, kalian tinggal membuat sambal kacangnya saja. Jadi, daun kecipir bukan hanya untuk lalapan. Kalian bisa mencobanya, beli kecipir dan daun kecipir muda di pasar tradisional.
Salah satu bagian dari tanaman kecipir yang bisa dimakan selain buah kecipir dan daunnya ialah biji kecipir itu sendiri. Biji kecipir yang di daerah kami namanya "botor" bisa dimakan dengan cara "disangrai" atau"disangan" yaitu di goreng tanpa minyak di atas wajan atau sejenisnya yang terbuat dari tanah. Tentu saja biji kecipir yang bisa disangrai ini adalah biji kecipir yang sudah tua (kecipirnya sudah berwarna coklat). Biji kecipir muda tentunya nggak perlu disangrai karena memang masih lunak bisa dimasak langsung sama kecipir mudanya. Bagaimana rasanya botor atau biji kecipir tua yang disangrai? Menurut saya sih nggak terlalu enak, tapi lumayan untuk menghilangkan rasa lapar (ha..ha..ha). Kalian bisa mencobanya sendiri nanti jika di kebun atau pekarangan kalian ada pohon kecipir (benarkah tanaman kecipir bisa disebut "pohon"?).
Selain buah, daun dan biji kecipir, ternyata umbi akar kecipir yang ada dibawah tanah juga bisa dimakan. Tentu harus diolah dengan cara khusus biar tidak ada efek samping. Cara mudahnya yaitu dengan direbus. Umbi akar ini haruslah dipanen ketika kecipir belum tua. Menurut kabar, umbi akar dari kecipir ini rasanya mirip bengkoang. Akan tetapi kalian tidak perlu merebus bengkoang untuk memakannya (hihihi).
Apakah khasiat atau manfaat kecipir untuk kesehatan? Menurut wikipedia, daun kecipir berkhasiat untuk obat. Ekstrak daunnya digunakan untuk mengobati sakit pada telinga dan mata yang bengkak. Sementara daun kecipir yang dicampur dengan adas pulasari bisa untuk obat bisul. Kecipir memiliki berbagai kandungan seperti, karbohidrat, lemak, protein maupun vitamin. Beberapa mineral juga terkandung di biji kecipir. Yang paling banyak ialah mangan, kalium, fosfor, kalsium, magnesium serta sedikit besi, natrium dan zink. Kalian bisa membaca info gizi kecipir untuk mengetahui secara jelas persentase dan kandungan mineral yang ada di dalamnya.
Ngomong-ngomong soal tumbuhan kecipir, kalian harus tahu (terutama yang mau menanam kecipir) bahwa ada sejenis ulat yang biasanya makan daun kecipir. Ulat ini banyak saya temukan di tanaman kecipir ketika tanaman kecipir masih hijau subur. Ulat ini bukan sembarangan ulat karena tubuhnya besar tak berbulu, dan panjang bisa mencapai 12cm atau lebih. Ada yang berwarna hijau (paling banyak), coklat dan kuning dengan strip ungu di sekujur tubuhnya. Ulat warna kuning inilah yang panjangnya sampai 12cm. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca "ulat terbesar dan terindah yg pernah saya lihat".
Demikianlah tanaman kecipir dengan khasiat dan manfaatnya. Manfaat yang jelas bisa kita rasakan yaitu kecipir enak buat dibikin sayur (terutama dipedasin), daunnya bisa direbus untuk pecel, bijinya lumayan buat menghilangkan lapar, serta umbi akarnya yang konon bisa dimakan setelah direbus. Kandungan berbagai gizi dan mineral yang ada di kecipir cukup membuat ibu-ibu dan bapak-bapak jatuh cinta dengan kecipir. Apalagi yang suka pecel lele, coba kalian sesekali nyari atau bikin pecel daun kecipir.












