Monday, April 6, 2020

Al-kalimah dalam bahasa Arab serta tanda-tanda isim dan fi'il

Al-kalimah dalam bahasa Arab serta tanda-tanda isim dan fi'il

Selamat datang saudara sekalian. Kali ini saya akan menulis tentang pelajaran dasar bahasa Arab. Sebelumnya kalian perlu membaca dulu "pemanasan" yaitu tentang pentingnya kamus dalam belajar bahasa dan daftar kata bahasa Arab dan artinya dalam bahasa Indonesia. Hal ini agar memudahkan Anda mengikuti pelajaran bahasa Arab dasar yang akan saya sampaikan. Pertama kita akan membahas tentang Al-kalimah atau kalimatun: apa itu Al-kalimah, macam-macam Al-kalimah dan tanda-tandanya.

Al-kalimah (الكلمة) atau kalimatun (كَلِمَةٌ ) adalah lafazh atau ucapan yang memiliki arti atau makna. Di dalam bahasa Inggris, kalimatun diterjemahkan sebagai word atau "kata" dalam bahasa Indonesia.
Kalimatun bentuk jamaknya adalah Kalimaatun ( كَلِمَاتٌ ) atau Al-kalimaatu ( اَلْكَلِمَاتُ ) ketika ditambah Alif lam. Yang termasuk kalimah dalam bahasa Arab yaitu: harfun (حَرْفٌ), ismun (اِسْمٌ) dan fi'lun (فِعْلٌ). Agar lebih mudah, kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, harfun yaith huruf, ismun yaitu isim atau kata benda, dan fi`lun adalah fi'il atau kata kerja.

Bagaimana harfun atau huruf termasuk kalimah, padahal seperti disebutkan tadi bahwa kalimah adalah lafazh yang memiliki arti? Dalam bahasa Arab, huruf itu ada dua jenis yaitu huruf mabany dan huruf ma'any. Huruf mabany yaitu huruf yang digunakan untuk menyusun kata. Huruf inilah yang disebut huruf hijaiyah, huruf ini tidak memiliki arti atau makna. Huruf hijaiyah sendiri terbagi menjadi huruf syamsiyah dan huruf qomariyah. Kedua yaitu huruf ma'any, yaitu huruf yang memiliki makna atau arti. Huruf inilah yang termasuk Al-kalimah. Contoh huruf ma'any yaitu:
a.Huruf 'Athof (حرف العطف)
- wa (وَ): dan
- fa (فَ): kemudian
- tsumma (ثُمَّ): kemudian
- au (أَوْ) : atau

b.Huruf Qosam (حَرْفُ الْقَسَمِ)
huruf yang digunakan untuk bersumpah
- wa (وَ), ta (تَ), bi (بِ) : artinya demi ...
contoh: walloohi (وَاللّٰهِ) : demi Alloh

c.Huruf Jarr (حَرْفُ الْجَرِّ)
- min (مِنْ): dari
- 'alaa (عَلٰى): di atas
- ilaa (إِلٰى): ke
- fii (فِيْ): di

Huruf umumnya pendek, terdiri dari satu kata atau lebih, beda dengan isim atau fi'il yang lebih panjang. Huruf itu jumlahnya sedikit dan tidak ada tanda-tanda khusus, jadi kalian perlu menghafal.

Ismun (إِسْمٌ) atau isim atau kata benda ialah lafazh yang mempunyai arti dan tidak terikat dengan waktu, maksudnya isim tidak berubah mengikuti tenses seperti fi'il. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai "noun". Ada beberapa jenis isim tergantung pembagiannya. Berdasarkan kejelasannya atau umum-khusus, isim dibagi menjadi dua yaitu: isim nakiroh dan isim ma'rifah.
a.Isim Nakiroh (اسم نكرة)
Isim nakiroh adalah kata benda yang bersifat global atau umum, tidak spesifik. Biasanya isim nakiroh diakhiri dengan -un. Nama orang meskipun diakhiri dengan un bukan termasuk isim nakiroh, karena nama orang menunjukkan spesifik untuk membedakan satu orang dengan yang lainnya. Jadi, kalau kalian membaca lafazh berakhiran -un, itulah isim nakiroh atau kata benda yang bersifat umum. Akhiran un biasanya diterjemahkan sebagai a atau an dalam bahasa Inggris.
Contoh isim nakiroh:
- baitun (بَيْتٌ) : a house: sebuah rumah/rumah
- maktabatun (مَكْتَبَةٌ) : a library: sebuah perpustakaan
- baabun (بَابٌ) : a door: sebuah pintu/pintu
- naafidzatun (نَافِذَةٌ) : a window: jendela
- masjidun (مَسْجِدٌ) : a mosque: sebuah masjid
- madrosatun (مَدْرَسَةٌ) : a school: sekolah
- rojulun (رَجُلٌ) : a man: seorang pria
- midhollatun (مِضَلَّةٌ) : an umbrella: payung
- dll.

b.Isim Ma`rifah (اسم معرفة)
Isim ma'rifah yaitu isim atau kata benda yang menunjukkan khusus atau spesifik atau sesuatu yang telah diketahui oleh lawan bicara. Yang termasuk isim ma'rifah yaitu: isim istifham (kata tanya), isim isyaroh (kata tunjuk), isim maushul (kata sambung), nama orang atau isim 'alam, dll.
Isim nakiroh bisa diubah menjadi isim ma'rifah dengan menambahkan huruf Alif Lam atau al. Dalam bahasa Inggris kita menggunakan "the" sebagai ganti "a atau an". Ketika isim nakiroh berakhir tanwin -un mendapat tambahan Al, akhiran -un menjadi -u.

Contoh isim ma'rifah:
1.Dhomir (ضَمِيْرٌ)
- anaa (أَنَا) : saya
- nahnu ( نَحْنُ ) : kita, kami
- anta ( أَنْتَ ) : kamu (laki-laki)
- huwa ( هُوَ ) : dia (mudzakkar)
- dll.

2.Isim istifham (اِسْمُ الْإِسْتِفْهَامِ) :
- kaifa ( كَيْفَ ): how: bagaimana
- man ( مَنْ) : who: siapa
- maa ( مَا ): what: apa
- aina ( أَيْنَ ): where: di mana, dkk.

3.Isim isyaaroh (اِسْمُ الْإِشَارَةِ) :
- haadzaa ( هٰذَا ) : this: ini (untuk laki-laki)
- haadzihi ( هٰذِهِ ): this: ini (untuk perempuan)
- dzaalika ( ذٰلِكَ ): that: itu (untuk laki-laki)
- tilka ( تِلْكَ ): that: itu (untuk perempuan)
- dll.

4.Isim maushul (اِسْمٌ مَوْصُوْلٌ):
- alladzii ( اللذي ) : who/which: yang (untuk mudzakkar)
- allatii ( اللتي ): who/which: yang (untuk muAnnats)
- dll.

5.Nakiroh diubah ke ma'rifah:
- al-baitu (اَلْبَيْتُ) : the house: rumah (itu)
- al-maktabatu (اَلْمَكْتَبَةُ) : the library: perpus (itu)
- al-baabu (اَلْبَابُ) : the door: pintu (itu)
- an-naafidzatu (اَلنَّافِذَةُ) : the window: jendela (itu)
- al-masjidu (اَلْمَسْجِدُ) : the mosque: masjid (itu)
- al-madrosatu (اَلْمَدْرَسَةُ) : the school: sekolah (itu)
- ar-rojulu (اَلرَّجُلُ) : the man: pria (itu)
- al-midhollatu (اَلْمِضَلَّةُ) : the umbrella : payung (itu)
Kata "itu" maksudnya isim tersebut telah diketahui oleh lawan bicara.

Tanda-tanda isim dalam bahasa Arab:
a.tanwin
Tanda isim atau kata benda yang pertama yaitu tanwin. Jika kalian melihat lafazh bahasa Arab yang berakhir dengan tanwin (fathah, dhommah, kasroh), itulah isim, karena umumnya isim dalam bahasa Arab berakhir dengan tanwin -un.
ex: 'indii qolamun (عِنْدِيْ قَلَمٌ)
kata (قلم) adalah isim karena berakhir tanwin

b.AL atau alif lam (ال)
Tanda kedua yaitu diawali dengan huruf Al atau alif dan lam. Ketika kalian membaca kata berawalan AL, itu adalah isim (isim ma'rifah).
ex: alhamdu lillaahi (اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ)
kata (الحمد) adalah isim karena diawali Alif lam, asalnya adalah hamdun (حَمْدٌ)

c.Didahului huruf jarr
Jika kalian membaca teks bahasa Arab dan melihat huruf jarr, kata yang mengikutinya adalah isim.
ex: roja'tu minas suuqi (رَجَعْتُ مِنَ السُّوْقِ)
kata (السوق) adalah isim karena didahului huruf jarr yaitu min (من).

d.Berakhir dengan kasroh
Salah satu tanda isim yaitu jika suatu kata berakhir dengan harokat kasroh, baik karena mengikuti huruf jarr, nisbat, atau yang lainnya.
ex: haadza kitaabul ustaadzi (هَذَا كِتَابُ الْأُسْتَاذِ)
kata (الأستاذ) adalah isim karena berakhir kasroh.

Al-kalimah setelah harfun dan ismun yaitu fi'lun (فِعْلٌ) atau fi'il. Fi'lun adalah lafazh yang memiliki arti dan terikat dengan waktu, maksudnya fi'il berubah sesuai tenses atau bentuk waktunya. Ada fi'il madhi, fi'il mudhori', dan fi'il amr. Dalam bahasa Arab fi'il kebanyakan terdiri dari tiga huruf, misal: qoroA (قَرَأَ) ,kataba (كَتَبَ) ,sami'a (سَمِعَ) . Meskipun demikian banyak juga fi'il yang mendapat tambahan huruf menjadi empat atau lebih, misal: istakbaro (اِسْتَكْبَرَ) , istahzaA (اِسْتَحْزَأَ) , istakhroja (اِسْتَخْرَجَ).

Fi'il madhiy (فِعْلٌ مَاضٍ) digunakan untuk menyatakan aktifitas atau kegiatan yang sudah terjadi. Fi'il mudhori' (فِعْلٌ مُضَارِعٌ) dipakai untuk perbuatan yang sedang atau akan terjadi. Fi'il amr (فِعْلُ الْأَمْرِ) digunakan untuk menyatakan perintah. Untuk future tense yang lebih spesifik, biasanya digunakan awalan sa- (سَـ) atau saufa- (سَوْفَ ) sebelum fi'il mudhori'.
Contoh:
- kataba (كَتَبَ) : telah menulis
- qoroA (قَرَأَ) : telah membaca
- sami'a (سَمِعَ) : telah mendengar

- yaktubu (يَكْتُبُ) : sedang/akan menulis
- yaqro'U (يَقْرَأُ) : sedang/akan membaca
- yasma'u (يَسْمَعُ) : sedang/akan mendengar

- sayaktubu (سَيَكْتُبُ) : akan menulis
- saufa yaktubu (سَوْفَ يَكْتُبُ) : akan menulis

- uktub (اُكْتُبْ) : tulislah !
- iqro' (اِقْرَأْ) : bacalah !
- isma' (اِسْمَعْ) : dengarlah !

Tanda-tanda fi'il dalam bahasa Arab.
Seperti juga isim, fi'il atau kata kerja bahasa Arab juga memiliki tanda-tanda yang bisa kita ketahui, yaitu:
a.Didahului kata Qod (قَدْ)
Salah satu tanda suatu fi'il yang membedakannya dari isim yaitu adanya kata Qod. Jadi, jika kalian melihat kata qod, pasti kata sesudahnya adalah fi'il atau kata kerja.
ex: qod qotala 'Aliyyun al-kalba (قَدْ قَتَلَ عَلِيٌّ الْكَلْبَ)
kata qotala (قتل) adalah fi'il karena didahului qod (قد).

b.Didahului kata sa (سَـ) atau saufa (سَوْفَ)
Tanda fi'il yang lain yaitu adanya huruf sin berfathah atau sa dan saufa. Kata sa atau saufa ditambahkan ke fi'il mudhori' memberikan arti "akan". Kata sa biasanya akan untuk pekerjaan di waktu dekat, sedangkan saufa untuk waktu jauh yang akan datang.
ex: kallaa saya'lamuuna (كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ), kata ya'lamuuna adalah fi'il karena didahului sa (سَـ)
ex: kallaa saufa ta'lamuuna (كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ), kata ta'lamuuna adalah fi'il karena didahului saufa.

c.Berakhir dengan ta sukun (تْ)
Salah satu tanda fi'il yaitu adanya akhiran ta sukun, menunjukkan bahwa pelaku dari fi'il tersebut berjenis muAnnats atau perempuan. Ta ini disebut Ta ta'nits as-sakinah. Jika ta sukun tadi bertemu huruf Al, sukun biasanya diubah menjadi kasroh.
ex: qotalat Aaminatu al-'aqroba (قَتَلَتْ آمِنَةُ الْعَقْرَبَ)
kata (قتلت) adalah fi'il karena berakhir ta' sukun karena pelakunya perempuan (Aminah).

Sekian dulu pelajaran bahasa Arab dasar tentang Al-kalimah dari saya. Semoga kalian bisa memahaminya. Salah satu tips untuk cepat paham yaitu memikirkan apa yang sudah kalian baca, dan mengulangi lagi pelajaran tersebut. Kenapa? Karena bisa jadi sekarang Anda pusing dan belum paham, tetapi setelah mengulangi beberapa kali kalian menjadi paham. Kalian bisa mengulangi pelajaran ini setelah membaca pelajaran yang lain agar tidak bosan.

No comments:

Post a Comment

Silahkan kalian berkomentar dengan sopan, komentar kalian berguna untuk kemajuan blog ini